Pages

Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2014

Wanita Cantik di Hadapan Allah SWT

Wanita Cantik di Hadapan Allah SWT


Seorang wanita biasa akan tampak cantik di mata Allah.
Seorang wanita manis akan terlihat semakin manis di mata Allah.
Dan seorang wanita cantik akan terlihat jauh lebih cantik di mata Allah.


Wanita Cantik di Hadapan Allah SWT

Siapakah Wanita itu? Dia adalah :
  • Wanita yang senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SUBHANAHU WA TA'ALA.
  • Wanita yang senantiasa berpegang pada Sunnah Rasul-Nya.
  • Wanita yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya.
  • Wanita yang senantiasa patuh dan taat kepada suaminya (jika sudah bersuami).
  • Wanita yang senantiasa menutupi auratnya serta tak berlebihan jika berhias.
  • Wanita yang senantiasa menjaga kehalusan dan kesopanan dalam bertutur kata. 
  • Wanita yang senantiasa menjaga keindahan dan kemuliaan akhlak serta tingkah lakunya.
  • Wanita yang senantiasa bersikap ramah dan saling menyayangi antar sesama.
  • Wanita yang senantiasa bersikap hormat kepada yang lebih tua dan bersikap menghargai kepada yang lebih muda.
  • Wanita yang senantiasa bisa menjauhkan diri dari sekumpulan orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain serta tidak suka memfitnah.
  • Wanita yang tidak suka mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya (Tabarruj) kepada lelaki yang bukan mahromnya.
  • Dan wanita yang pandai menempatkan diri baik dalam bertutur kata serta sikap ketika bersama siapapun ia bergaul dan dimanapun ia berada

Sungguh wanita seperti itu begitu mulia di hadapan Allah. (sumber : googleplus)

Semoga kita, menjadi wanita yang cantik di hadapan Allah SWT.. Yang senantiasa taat dan selalu mengingat-NYA. aamiin

Semoga artikel ini bermanfaat :)

sponsored :

Selasa, 24 Juni 2014

Muslimah Harus Punya Rasa Malu

Muslimah Harus Punya Rasa Malu - Kemarin,, baca-baca di G+, dari Ustad Felix Siauw. Ada tulisan gini :

http://obatradisionalasma.1naturalremedies.biz/obat-tradisional-kelenjar-di-leher/

itu cewek-cewek selfie sambil dimonyong-monyongin siapa sih yang ngajarin? (-_-); | bener-bener musibah..

wajah di kiyut-kiyutin, di unyu-unyuin, artis wannabe kali ya? | di-publish lagi, yeuh.. (-_-); stop it already..

cewek-cewek pikir selfie berlebih itu buat dirinya menarik? | mungkin iya, tapi bukan menarik untuk dijadiin istri (-_-);

bayangin aja udah jadi istri lalu selfie monyong-monyongan, di imut-imutin dan kiyut-kiyutin | bisa stres suaminya deh.. (-_-);

Islam justru ajarin Muslimah jangan seneng diperhatikan, dilihat orang lain | ini malah selfie nggak jelas... (-_-);

diperintah jelas menundukkan pandangan, agar kita dan orang pun terjaga | cewek sekarang modelnya malah "demen menggoda" (-_-);

mati-matian pengen dibilang cantik, tewas-tewasan cari perhatian | kayaknya desperate banget demi manusia.. (-_-);

asal tau aja, lelaki normal males kalo istrinya diperhatiin orang lain | risih kalo istrinya diliatin orang lain, nggak rela.. (-_-);

begitulah rasa malu jadi salah satu penghias terbaik bagi Muslimah | karena malu itu cabang keimanan, nggak rugi yang punya malu.. (-_-);

begitu pula hakikat hijab yang diperintahkan Allah | justru supaya Muslimah nggak diperhatikan, bukan malah jadi hiasan.. (-_-);

bila berhijab ingin tampil cantik menarik, niatnya perlu dibenahi | bila berfoto sebab ingin diperhatikan, niatnya perlu dibenahi  (-_-);

selama rasa ingin eksis "ini loh gue!" masih tinggi, sulit hati merendah di hadapan Allah | maka sulitlah merasa manisnya iman (-_-)';

jangan berlebihan, selfie-mu untuk goda suamimu aja, berpahala | jangan sampai malah jadi fitnah dan malah jadi sebab dosa.. (-_-);

yang belum nikah, tahan untuk berlebih-lebihan dalam berfoto | karena bagi lelaki baik, bukan itu yang dia lihat, itu tidak dia perlukan..

carilah perhatian Allah dengan meningkatkan keimanan | dan cabang iman yang penting bagi Muslimah, itulah rasa malu

Astagfirulloh..
Mesti jadi bahan renungan nih sobat mutiara hati...
Aku pun belum sempurna,, masih sering selca.. :(
Mudah-mudahan,, kita senantiasa menjadi hamba Allah yang semakin taat kepada-Nya, dan bisa menjadi wanita sholihah..
Aamiin




 Muslimah Harus Punya Rasa Malu

Jumat, 13 Juni 2014

Apakah Suara Wanita Adalah Aurat?

Apakah Suara Wanita Adalah Aurat? - Assalamu'alaikum sobat mutiara hati.. ^^ Temen aku ada yang nanya, "Yan, kalau suara cewe itu aurat bukan?"
Trus, aku jawab, "Saur umi mh aurat".
Aku jawab kayak gitu, karena dulu inget, umi bilang kalau perempuan itu harus benar² menjaga dirinya, karena semua yang ada padanya adalah auratnya, bahkan suaranya pun dapat menimbulkan fitnah. Katanya, suara seorang wanita, dapat membuat pria jatuh cinta.
Hmm,, tak heran ya, kalau di neraka katanya kebanyakan perempuan, karena memang, hidup sebagai seorang perempuan tidaklah mudah, banyak yang harus dijaga.

Apakah Suara Wanita Adalah Aurat?


Tapi, karena aku takut salah jawab, akhirnya, aku cari aja artikelnya di google :) Alhamdulillah, aku nemu salah satu artikel di sini >> http://kaahil.wordpress.com/

Aku share aja ya... ^^

Haramkah Wanita Memperdengarkan Suaranya?

Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung / kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya?

Jawab:

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah berkata, “Ucapan wanita tidaklah haram dan bukan aurat. Akan tetapi, bila si wanita melunakkan suaranya dan melembutkannya, serta berucap dengan gaya bicara yang bisa membuat orang lain tergoda, itu baru haram. Ini berdasarkan firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala:
“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32)

Dalam ayat di atas, Allah Subhaanahu wa Ta’ala tidak mengatakan, “Maka janganlah kalian berbicara dengan para lelaki.” Tetapi, Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengatakan, “Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan.”
Tunduk dalam ucapan lebih khusus daripada berbicara secara mutlak1.

Dengan demikian, tidak mengapa seorang wanita berucap kepada lelaki bila tidak menimbulkan fitnah. Dahulu ada wanita mendatangi Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan mengajak bicara beliau, sementara orang-orang mendengar ucapan si wanita dan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam  pun menjawab ucapannya. Hal itu tidaklah dianggap sebagai kemungkaran.

Hanya saja, tidak boleh berduaan saat berbincang dengan seorang wanita, melainkan harus ditemani mahram si wanita dan tidak menimbulkan fitnah. Karena itulah, seorang lelaki tidak diperkenankan menikmati suara wanita, sama saja baik ia menikmatinya sebagai kesenangan yang biasa (karena kemerduan suaranya, misalnya, pen.) maupun karena kesenangan syahwat. Wallahul muwaffiq.” (Fatawa Manaril Islam, 3/835—836, dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 688)

Melembutkan Suara

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32).  Sementara diketahui, tabiat seorang remaja putri, ia merasa malu dan memerah wajahnya bila berbicara dengan lelaki mana pun. Apakah ini termasuk hal yang dilarang bila sampai suaranya berubah saat ia terpaksa berbicara?

Jawab:

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab, “Pertama: Seorang wanita tidak boleh berbicara dengan lelaki yang bukan mahramnya (ajnabi) kecuali bila dibutuhkan dan dengan suara yang tidak membangkitkan syahwat lelaki. Juga si wanita tidak boleh memperluas pembicaraan dengan lelaki ajnabi melebihi kebutuhan.

Kedua: Melembutkan suara yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah melunakkan suara dan membaguskannya sehingga dapat membangkitkan fitnah. Oleh karena itu, seorang wanita tidak boleh mengajak bicara lelaki ajnabi dengan suara yang lembut. Ia tidak boleh pula berbicara dengan lelaki ajnabi sebagaimana berbicara dengan suaminya, karena hal tersebut dapat menggoda, menggerakkan syahwat, dan terkadang menyeret kepada perbuatan keji. Sementara itu, telah dimaklumi bahwa syariat yang penuh hikmah ini datang untuk menutup segala jalan / perantara yang mengantarkan kepada hal yang dilarang.
Adapun perubahan suara si wanita karena malu tidaklah termasuk melembutkan suara. Wallahu a’lam.”
(Jaridah al-Muslimun no. 68, sebagaimana dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hal. 689—690)

Nah,, yang aku temukan di internet seperti itu..
Mudah-mudahan, bermanfaat untuk kalian semua.. Terutama untuk temanku yang bertanya.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari perbuatan keji dan mungkar. Aamiin


Apakah Suara Wanita Adalah Aurat?

Kamis, 22 Mei 2014

Bagaimana Menjadi Wanita Soleha ?

Assalamu'alaikum sobat mutiara hati :)
Udah lama ya admin gak nulis di sini. Sekarang admin mau menulis karakteristik bagaimana menjadi wanita soleha.
Kenapa hal ini yang admin bahas? Hal itu karena, admin pun seorang wanita, yang ingin menjadi wanita soleha, yang senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Berikut ini, beberapa karakteristik muslimah shalihah berakhlak mulia yang admin kutip dari http://blog.republika.co.id/ :
  1. Bertaqwa kepada Allah SWT dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya. Dalam Al Qur’an Allah Berfirman yang artinya, “Sebab itu, Maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah Memelihara mereka.” (Q.S An Nisa’:34)
  2. Ia memiliki sifat sabar. Ia bersikap tabah dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahkan ia pandai menghibur suaminya yang sedang di rundung masalah. Bukannya malah merunyamkan suasana.
  3. Senantiasa menjaga shalat 5 waktu. Sebagaimana maklum shalat 5 waktu adalah tiang agama. Muslimah yang menjaga shalatnya adalah sosok muslimah yang sendi-sendi keimanannya kokoh. Ia akan kuat menghadapi berbagai terpaan cobaan dan musibah. Muslimah seperti inilah yang bisa menjadi faktor kunci sukses suaminya.
  4. Menjaga auratnya dengan baik. Ia tak mau keluar rumah kecuali seizin suaminya. Andaikata keluar, ia menutupi aurat yang menjadi kehormatannya serta suaminya. Allah SWT berfirman yang maksudnya, “Hai nabi. Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang beriman “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal. Karena mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S Al Ahzab, 59)
  5. Taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya. Selalu memberikan dukungan kepada suami baik dalam urusan pekerjaan atau ibadah. Tidak menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Tidak membicarakan aib-aibnya kepada wanita lain. Tak pernah ada niatan untuk menyakitinya. Ia senantiasa melakukan perbuatan yang membuat ridha suaminya. Rasul SAW bersabda, “Tatkala seorang muslimah melaksanakan shalat 5 waktu, menunaikan puasa wajib dan mematuhi suaminya, maka ia akan memasuki surga Tuhannya.”
  6. Bisa mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab mereka lebih dekat kepada anak-anak daripada suami yang lebih banyak keluar untuk bekerja. Seorang Muslimah Shalihah akan mengajarkan anak-anaknya membaca Al Qur’an, menanamkan rasa cinta kepada Nabi SAW beserta keluarganya. Mendampingi mereka melewati masa kanak-kanak dengan lembut dan penuh cinta, menjauhkan mereka dari akhlak tercela. Dan tak kalah pentingnya, mengajarkan mereka rasa hormat kepada ayahnya.
  7. Mampu menasehati suami yang sedang lalai dari ibadah dengan cara yang santun dan bijak. Ia bisa mengambil hati suaminya sebelum mengingatkannya. Cara demikian lebih bisa diterima suami ketimbang cara-cara langsung yang akan memperburuk situasi.
  8. Memiliki prinsip hidup yang kuat. Ia tak mudah terpengaruh gaya hidup non islami yang sekarang ini gencar dibudayakan oleh media massa. Sebagai muslimah ia harus tetap berpegang teguh pada ajaran Islam baik dari segi berpakaian, berprilaku dan lainnya. Ia pantang meniru lifestyle wanita non muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa meniru gaya hidup suatu kaum, berarti ia termasuk golongan tersebut.”
  9. Ia mampu menjaga penglihatan dan kehormatannya. Ia tak mau memandang laki-laki selain suaminya. Kehormatannya dijaga mati-matian demi suaminya. Ia bersolek hanya untuk suaminya. Ini merupakan gambaran Bidadari Surga. Allah SWT berfirman.. Yang artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An Nuur:31)
  10. Bersikap wara’. Ia tak mau mengkonsumsi makanan-makanan yang haram ataupun yang syubhat. Demikian pula ia menjaga suami dan anak-anaknya dari hal tersebut. Ia faham betul bahwa dari makanan yang baik dan halal akan lahir pula kepribadian-kepribadian yang baik. “Kuatnya agama adalah sikap wara’.” demikian sabda Nabi SAW.

Rasulullah SAW dalam sabdanya,
“Dunia seluruhnya adalah perhiasan, dan perhiasan yang terindah adalah wanita yang shalihah.”

Oleh : Eti Herawati – 36 Tahun

Bagaimana Menjadi Wanita Soleha ?


Subhanalloh...
Mudah-mudahan, kita para muslimah mampu menjadi seorang wanita soleha, dan kelak menjadi istri soleha bagi suami kita..
Aamiin

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat ya sobat :)
Dan memberi kita inspirasi bagaimana menjadi wanita soleha


sponsored :

Bagaimana Menjadi Wanita Soleha ?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More